Mayor Infanteri Tanuri Bekali Peserta Workshop KIM Lumajang dengan Wawasan Kebangsaan dan Strategi Melawan Hoaks

  • Jun 10, 2026
  • Kholib

Lumajang, 10 Juni 2026 – Workshop Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Lumajang yang berlangsung di Aula BKPSDM Lumajang, Rabu (10/6/2026), menghadirkan narasumber dari unsur TNI, yakni Mayor Infanteri Tanuri, yang memberikan materi tentang wawasan kebangsaan serta langkah-langkah strategis dalam menghadapi dan melawan penyebaran berita hoaks di era digital.
Dalam pemaparannya, Mayor Infanteri Tanuri menegaskan bahwa derasnya arus informasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh anggota KIM diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyaring, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi yang benar kepada masyarakat. Ia dikenal aktif memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan penguatan nilai nasionalisme kepada berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lumajang. �
Kodam 5 Brawijaya + 1
Menurutnya, berita hoaks tidak hanya menyesatkan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, literasi digital dan kesadaran untuk memeriksa kebenaran informasi harus terus ditingkatkan.
“Setiap informasi yang diterima harus dicek sumbernya, diverifikasi kebenarannya, dan tidak langsung disebarkan. KIM memiliki peran penting sebagai agen informasi yang mampu menjaga masyarakat dari pengaruh hoaks dan disinformasi,” ujarnya.
Mayor Tanuri juga mengajak seluruh peserta untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Pesan tersebut sejalan dengan berbagai kegiatan wawasan kebangsaan yang selama ini disampaikan kepada generasi muda dan masyarakat di Lumajang. �
Kodam 5 Brawijaya + 2
Selain membahas ancaman hoaks, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara mengenali ciri-ciri informasi palsu, pentingnya menggunakan sumber resmi, serta peran media sosial yang bijak dalam mendukung pembangunan daerah.
Suasana workshop berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta KIM dari berbagai desa di Kabupaten Lumajang tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota KIM semakin memahami pentingnya menjaga ruang informasi yang sehat, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
**Workshop KIM se-Kabupaten Lumajang mengusung semangat “Guyub Rame Jaga Info”, sebagai bentuk komitmen bersama untuk membangun budaya informasi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan demi mewujudkan Indonesia yang kuat dari desa.**